Bentuk, Azas dan Tujuan Organisasi

Bentuk, Azas, Prinsip, dan Tujuan Organisasi

  1. KSN adalah berbentuk Konfederasi Serikat Pekerj/Serikat Buruh yang merupakan gabungan dari Federasi-Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh diberbagai Sektor Pekerjaan.
  2. KSN berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  3. Dalam menjalankan perjuangan dan aktivitasnya, KSN berprinsip pada independensi, solidaritas, demokrasi, kesetaraan dan berdaulat.

Tujuan Organisasi

  • Tujuan KSN adalah:
    1. Membangun gerakan serikat buruh/pekerja khususnya Federasi Anggota  diberbagai sektor pekerjaan.
    2. Meningkatkan kapasitas Federasi Anggota agar bisa memperjuangkan kepentingan anggota (buruh/pekerja) secara lebih efektif;
    3. Melindungi anggota dari ancaman dan serangan dari pihak manapun;
    4. Meningkatkan kesejahteraan anggota dengan berbagai cara, termasuk melalui Perjanjian-perjanjian Kerja Bersama maupun dengan mempengaruhi kebijakan pemerintah yang merugikan kepentingan anggota;
  • Usaha-usaha KSN untuk mencapai tujuan-tujuan dalam ayat (1) adalah sebagai berikut:
    1. Mendorong terbentuknya serikat buruh/pekerja khususnya Federasi baik dalam perusahaan maupun diluar perusahaan di berbagai sektor pekerjaan;
    2. Melakukan kegiatan pendidikan, kajian dan pengembangan organisasi untuk memperkuat Federasi Anggota, serta mendukung perjuangan untuk meningkatkan kehidupan yang lebih dan kondisi kerja yang lebin aman;
    3. Mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi melalui terbitan berkala untuk mendukung aktivitas anggota dan memperkuat solidaritas;
    4. Menyatakan pandangan-pandangan KSN atas masalah-masalah sosial, ekonomi dan politik yang mempengaruhi kaum pekerja/buruh di berbagai sektor;
    5. Dapat mewakili kepentingan anggota dalam perundingan pembentukan Perjanjian Kerja Bersama;
    6. Mengadakan kerjasama yang saling menguntungkan dengan organisasi-organisasi lain untuk memperjuangkan kepentingan anggota dan kaum buruh/ pekerja secara umum;
    7. Menghadiri pertemuan-pertemuan perburuhan di tingkat nasional dan internasional sebagai upaya untuk menyatukan diri dengan gerakan serikat buruh/pekerja di tingkat nasional dan internasional;
    8. Memberikan dukungan moral dan materil terhadap anggota yang sedang menghadapi kasus perselisihan hubungan industrial, pemogokan, maupun kesulitan-kesulitan lainnya.