FSPBI – KSN Sulsel Tuntut Upah Nasional Manusia

Kordinator Wilayah Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia Konfederasi Serikat Nusantara (KORWIL  FSPBI – KSN)  Sulawesi Selatan menuntut upah kerja Nasional  yang manusia pasalnya Upaha Nasional yang manusiawi adalah bentuk kesetiaan terhadap pelaksanaan Pancasila yakni terlaksananya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya di kalangan buruh atau pekerja Indonesia di manapun berada.

Demikian tuntutan para pengunjukrasa yang mengatasnamakan diri Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia Konfederasi Serikat Nusantara (KORWIL  FSPBI – KSN) Sulsel yang jumkahnya berkisar seratusan orang, saat menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Urip sumiharjo di bawah Jembatan flyover Kota Makassar, Sabtu 4 Nopember 2017. Siang.

Mukthar Guntur K. Presiden KSN, dalam orasinya menyikapi  Upah nasional yang manusiawi memastikan tidak akan terjadi PHK akibat relokasi pabrik di mana para pengusaha selalu mengancam akan pindahkan pabriknya jika upah dinaikkan tidak sesuai dengan keinginannya yakni upah yang paling murah.

“Upah nasional yang manusiawi bisa meminimalisir terjadi urbanisasi karena upahnya setara dan adil dengan daerah atau kota lainnya jika urbanisasi tetap tetap saja terjadi maka pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial menjadi tidak jelas ujung-ujungnya masyarakat yang disalahkan padahal yang bertanggung jawab atas keadilan sosial adalah pemerintah,” ungkapnya

Ditambahkan Upah nasional yang manusiawi tidak akan mungkin bisa dimanfaatkan politisi busuk cagub- cawagub seperti yang terjadi di DKI Jakarta politisi busuk selalu memanfaatkan momentum upah apalagi upah ditetapkan berdekatan dengan pemilihan

“Ubah nasional yang manusiawi juga menjadi jawaban atas terpecah-pecah hanya gerakan busuk Indonesia siap menghadapi momentum penetapan upah dan ini sangat penting bagi gerakan buruh atau pekerja Indonesia melawan sistem politik Upah Murah menyakiti,  dengan satu suara moment menuntut kepada pemerintah yang diberi mandat oleh rakyat dalam pemilihan presiden dan wakil presiden,” himbaunya

Dia berharap Upah nasional manusiawi harus ditetapkan melalui Keputusan Presiden Keppres setiap akhir tahun biar jelas,  siapa sesungguhnya  yang bertanggung jawab terhadap Kaum Buruh atau pekerja Indonesia yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional, penetapan upah tidak boleh diserahkan ke menteri,  gubernur dengan peradaban UNP,  hari ini gubernur di Indonesia hanya sebagai alat stempelisasi Semata

“Dan jika ada provinsi atau kota atau Kabupaten yang ingin menetapkan upah lebih tinggi dari upah nasional maka diberikan hak dan kewajiban untuk menetapkan sebagai bentuk komitmen membuat keputusan yang semestinya tidak perlu ada SK Gubernur cukup surat edaran menteri pelaksana upah sudah bisa berjalan atas penetapan pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional,” kandasnya

Adapun bentuk aksi yang digelar secara teaterikal dan pembacaan testimony, berorasi secara bergantian, dengan menggunakan kendaraan R10 sebagai panggung orasi dengan Nopol  DD 9620 EC. eraya membentangkan spanduk bertuliskan pesan dianatarnay,  – Tolak upah,  – Upah manusiawi buruh bukan budak,  – PT. Menara pembangkan UU.  – Gubernur se Indonesia hanya Stempellisasi.

Sekedar diketahui, pihak kepolisian tiba di lokasi aksi unjukrasa sebelum aksi unjukrasa berlangsung, Pukul  12:00 wita, aksi unjukrasa mulai digelar Pukul 14.20, dipimpin Kompol  Ananda Fausy melaksanakan pendekatan  persesuasip,  melarang berorasi menggunakan badan jalan,  melarang para pengunjuk rasa membakar ban bekas, serta menahan para pengunjuk rasa yang akan bergeser ke kediaman Wakil Presiden. Jusuf Kalla.

Usai mengutarakan sejumlah tuntutan para pengunjukrasa membubarkan diri dengan aman

 

Jakarta, 9 September 2018

Sumber Berita : https://infomakassar.co.id/2017/11/04/fspbi-ksn-sulsel-tuntut-upah-nasional-manusia/

About Konfederasi Serikat Nusantara 23 Articles
Sarana Informasi Perburuhan yang Progresif, Solid, Berdaulat diterbitkan oleh Pimpinan Nasional Konfederasi Serikat Nusantara

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*