FSPBI-KSN Melakukan Konsolidasi Nasional May Day se Sulawesi Selatan

Untuk memperingati hari buruh Internasional “May Day”  Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia – Konfederasi Serikat Nusantara (FSPBI-KSN) se Sulawesi Selatan bersama Serikat Pemuda Mahasiswa Nusantara (SPMN) melakukan Konsolidasi Nasional  di Kantor Bersama (KABAR) FSPBI-KSN-SPMN, Jl. Perintis Kemerdekaan Km 8,  Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/03/2018).

Konsolidasi nasional,  dipimpin langsung Presiden FSPBI-KSN Mukhtar Guntur K,  yang didampingi Ketua KSN Sulsel, Ketua Korwil FSPBI Sulsel, Ketua Ekskot FSPBI Makassar dan dihadiri perwakilan Ekskot/Ekskab FSPBI se Sulsel, khusus Kota Makassar seluruh Serikat Buruh Anggota (SBA) FSPBI hadir.

“May Day 2018 dan 2019 nanti, agak berbeda dengan May Day sebelumnya. 2018 dan 2019 banyak orang mengatakan bahwa ini adalah tahun politik. 2018 pilkada serentak, 2019 pemilihan anggota DPR, DPD dan Presiden, akan mewarnai pergerakan buruh khususnya di May Day yang akan datang.  Walaupun hiruk pikuk politik praktis, kita tetap akan menyuarakan apa yang menjadi penyebab kaum buruh/pekerja Indonesia menderita.  Karena itu, kita tetap konsisten mengangangkat tema utama dalam May Day yakni “Indonesia Darurat Ketenagakerjaan,” tegas Mukhtar.

Mukhtar menambahkan, seluruh kekuatan kita tidak hanya di Sulawesi Selatan, tapi diseluruh Indonesia melakukan konsolidasi untuk mempersiapkan peringatan May Day 2018. Kita harus bedakan mana peringatan dengan menyampaikan aspirasi mana peringatan yang hanya sekedar hura-hura. FSPBI-KSN harus bisa membedakan, sehingga May Day yang kita lakukan dalam bentuk perlawanan terhadap ekonomi politik kapitalisme,” pungkasnya.

Ketua Korwil FSPBI Sulsel, Syaharuddin, menyampaikan situasi perburuhan di Sulawesi Selatan, yang pada intinya hampir tidak ada perubahan dari tahun ke tahun. Hampir 10 tahun terakhir tidak ada hal yang dapat dilihat dari kebijakan pemerintah provinsi Sulsel, khususnya dibidang ketenagakerjaan.

“setiap tahun menjelang  May Day di Sulsel, pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota sibuk melakukan pendekatan dengan serikat buruh/serikat pekerja. Tujuannya agar tidak melakukan aksi dan mengajak untuk melakukan kegiatan yang sifatnya bertolak belakang dari nilai perjuangan kaum buruh itu sendiri. Mestinya mereka mangajak kita untuk merumuskan hal-hal yang berguna untuk buruh/pekerja itu sendiri, bukan yang aneh-aneh, ” ujar Syaharuddin.

Ketua Ekskot FSPBI Kota Makassar, Armianto, menjelaskan bahwa situasi Mayday 2018,  membutuhkan kerja keras,  sekarang posisi kita sebagai kaum buruh saat ini ada yang ingin menjegal dan ada pula yang ingin memanfaatkannya.

Armianto menambahkan, situasi kota Makassar, menjelang May Day 2018, sudah mulai ada kelihatan secara halus ingin menjegal, dengan hiruk pikuk Pilkada. Tetapi menurut saya, kita dan seluruh jajaran FSPBI Kota Makassar akan tetap Solid dengan instruksi organisasi. Apa  yang di sampaikan Presiden FSPBI-KSN, kita akan tindak lanjuti sampai ketingkat basis. Agar isu utama May Day 2018, yakni “Indonesia Darurat Ketenagakerjaan” betul-betul sampai ke anggota dan seluruh anggota dan keluarganya bersama-sama turun ke jalan pada tanggal 1 Mei 2018 nanti,” tegasnya.

FSPBI-KSN Sulsel bersama SPMN membentuk Panitia Bersama agar kerja-kerja dan persiapan May Day 2018, mulai dari perlengkapan, aksi prakondisi, konsolidasi internal dan eksternal akan terkoordinasi dalam satu tim yakni Panitia May Day 2018.

 

Jakarta, 7 September 2018

Sumber Berita : https://dip4news.com/2018/03/fspbi-ksn-melakukan-konsolidasi-nasional-mayday-se-sulawesi-selatan/

About Konfederasi Serikat Nusantara 23 Articles
Sarana Informasi Perburuhan yang Progresif, Solid, Berdaulat diterbitkan oleh Pimpinan Nasional Konfederasi Serikat Nusantara

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*